jump to navigation

Meski Kecil Friday, November 20 , 2009

Posted by refanidea in puisi yang tak populer.
add a comment

Setidaknya manusia mencoba berpasang-pasangan.. Ketika ia bahagia, kita turut menjadi saksi bahagianya. Bahwa ada yang berpisah, kurasa kita turut berduka. Tapi biarlah yang berpisah dengan caranya sendiri. Baiknya kita tak ambil bagian dari perpisahan itu. Bukan kita tak murah hati, tapi banyak cara untuk sampaikan empati.

Itulah sebab ada undangan untuk gelaran bersatunya hati, dan tak ada undangan untuk peristiwa perpisahan. Karna pisah itu lumrah, wajar, dan manusiawi, tapi tentu ada luka meski kecil.

Ibu dan 27 Tuesday, September 8 , 2009

Posted by refanidea in puisi yang tak populer.
1 comment so far

ibu

Ibu.. Lelaki ini sudah fasih pasang dasi sendiri. Dua puluh empat tahun lalu lelaki ini bahkan belum bisa kencing sendiri.

Terima kasih atas kasih sayangmu yang hangat, Bu..

Tak perlu repot masak opor saat aku pulang lebaran nanti, Bu..
Aku cuma ingin makan sambel bawang, ikan asin, plus lalapan..

Bandul Tuesday, March 24 , 2009

Posted by refanidea in puisi yang tak populer.
1 comment so far

Saya nggak sebebas dulu
Saya ngerti itu
Ibarat balon gas, saya tertahan tali kekang yang dibanduli batu
Tapi dengan itu saya tahu,
bila fikir jauh melayang terlalu tinggi, bandul itu menarik saya agar tetap membumi
Untung saya tukang ngeyel
Saya tetap ingin terbang bertualang tanpa henti
Dan bandul itu tetap di sana, tersenyum menatap saya
Ke manapun bergerak, bandul itu membuat saya tertahan pada sebuah lini.
Lini imajiner yang membuat saya bahagia jika kembali.

Klik Friday, March 6 , 2009

Posted by refanidea in puisi yang tak populer.
6 comments

click3

Masa menyatukan kita lewat firasat.
Apa itu firasat?! Sinyal aneh yang bekerja secara ajaib.
Mendorong pikir, laku, dan rasa kita bertemu pada satu “klik”.
Kamu dan firasat, bekerja seperti candu. Aku tak bisa mengelak..

Ingin Jadi Tuesday, March 3 , 2009

Posted by refanidea in puisi yang tak populer.
2 comments

skuacouple1

Langit mau hitam mau kelam, senyumnya tetap lebar.
Angin mau kencang petir mau garang, ia bergeming dalam sabar.

Di dekatnya aku tenang.
Di bahuku ia sandar.

Kami berdua ingin berbagi, ingin melewati hari yang serba mungkin dengan yakin hati. Melalui cuaca dan melintas liku jalan jenis apapun.

Kami ingin bisa, ingin jadi berani..

Aku Ingin Mandi Thursday, February 19 , 2009

Posted by refanidea in puisi yang tak populer.
4 comments

behindaku malu
ah, sesungguhnya ini rahasia
tapi sayang bila kusimpan sendiri

hmm.. begini,
pagi itu hujan gerimis
langit mendung
pun matahari malu-malu
hawa dingin meresap kulit mukaku
beringsut aku ingin kembali masuk selimut

tiba-tiba kau melintas di depanku
rambutmu basah bau sampo
aroma itu seksi sekali..

hmm.. aroma sehabis keramas yang khas
bikin aku ingin mandi

Puisi Untuk Putri Raja Sunday, January 25 , 2009

Posted by refanidea in puisi yang tak populer.
7 comments

kota kasunanan tahun antara 1800-1850an..

Gusti sayang, kupu tanpa sayap tak ada di dunia ini. mawar tanpa duri jarang ada atau boleh dikata tak ada. Persahabatan tanpa cacat juga jarang terjadi. tetapi cinta tanpa kepercayaan adalah suatu bualan terbesar di dunia ini.

[saya temukan puisi ini di museum batik Ulen Sentalu, Jogja. Menarik..]

Jeda [yang] Belum Terisi Sunday, December 21 , 2008

Posted by refanidea in puisi yang tak populer.
4 comments

Semua saja..

Semua mengharapkan kesetiaan..

Setia bukan berarti SATU yang tak terganti, tapi fokus dan patuh pada nilai dan komitmen diri.

Sementara itu, tak perlu resah dengan “dikhianati”. Kita punya kendali tentangnya, tapi bukan kuasa.

Rasanya memang tak adil jika setia tak berbuah setia. Sekali lagi, kita tak bisa menuntut ia berbuat yang sama. Namun begitulah komitmen diri diuji dengan hal unik bernama ke-tidak pasti-an.

Bukankah ketidakpastian itu berkah yang menyenangkan.. Seperti koma yang belum titik, dan kita ada di antara jeda itu –bebas untuk mengisi.

Percayalah, setiap tetes hujan yang kita jatuhkan pasti akan kembali.. Selalu ada harga yang pantas untuk itu..

Ada yang menarik dari lagu Ratu, “aku hanya pergi tuk sementara, bukan untuk meninggalkanmu selamanya, aku pasti kan kembali pada dirimu, tapi kau jangan nakal..”

Siapa saja yang sedang terpisah, jangan nakal ya.. Hargai ia yang tlah setia..

Nuansa Wednesday, November 26 , 2008

Posted by refanidea in puisi yang tak populer.
6 comments

Aku mau cinta.
Yang ketika: kata-kata lelah dan mulai hilang makna, bahasa jiwa lah yang bicara..
Aku mau tenang..
Yang ketika: riuh gaduh menulikan peka rasa, teduh matamu menyusup masuk, hingga aku lena..
Jingga senja.. tolong buai aku dengan nuansa..

Malu-malu Tuesday, November 25 , 2008

Posted by refanidea in puisi yang tak populer.
3 comments

selamat pagi perempuanku..

pagi ini matahari menyembul malu-malu..

mencubit pelan pipimu yg merah jambu..

ayo bangun,buka jendelamu..

tolong angkat matahari agar bias hangatnya terasa sampai di sini..