Dondong Apa Salak..? Tuesday, September 15 , 2009
Posted by refanidea in Music Review.Tags: Dondong opo salak, Lagu anak-anak, Mudik
3 comments
Lirik lagu Jawa anak-anak, “Dondong Opo Salak” yang saya dengar sejak usia 3 tahun, kira-kira 24 tahun lalu, kembali menyita perhatian saya sejak bertemu dengan seorang teman kuliah. Teman saya ini bekerja di sebuah industri musik. Saat bertemu, ia meminta saya menyalakan bluetooth ponsel dan membagi lagu “Dondong Opo Salak” aransemen oleh James Chu berformat mp3.
Saya mendadak ingat ibu di rumah dan masa kecil saya di Temanggung dan Jogja. Masa kecil itu banyak sekali tawaran untuk saya, banyak option, banyak pilihan. Menurut saya, lirik lagu ini unsur filosofinya cukup dalam.
Dondong apa salak
Duku cilik-cilik
Gendhong apa pundak
Mlaku thimik-thimik
Dondong apa salak
Duku cilik-cilik
Ngandhong apa mbecak
Mlaku thimik-thimik
Adik nderek ibu tindak menyang pasar
Ora pareng rewel
Ora pareng nakal
Mengko ibu mesti mundhut oleh-oleh
Kacang karo roti, adik diparingi
“Gendhong apa pundak”, gendong (di depan dada) dan pundak (di belakang pundak) adalah pilihan kemudahan yang dimiliki anak-anak saat akan berpergian. Kemudahan yang hanya dimiliki anak-anak. Ketika dewasa, seseorang harus membuat pilihan sendiri dalam hidupnya. Kerja keras, gigih, tekun, atau sebaliknya.
“Ngandhong apa mbecak”, adalah satu level kecepatan di atas “mlaku thimik-thimik” (jalan pelan-pelan). Ngandong (naik andong) dan mbecak (naik becak) perlu biaya, namun lebih cepat mencapai tujuan. Setiap akselerasi dalam hidup membutuhkan biaya
Dalam perjalanan ke tujuan, anak dianjurkan “ora pareng rewel”, tidak banyak mengeluh. “Ora pareng nakal”, tidak aneh-aneh, lurus, menjalani hidup secara lumrah dan wajar.
Jika sang anak memenuhi anjuran tidak banyak mengeluh dan lurus dalam menjalani hidup, “mengko ibu mesti mundhut oleh-oleh”, alam menjanjikan sesuatu baginya. “Kacang karo roti, adik diparingi”, akan ada penghargaan setimpal menantinya.
Akhirnya saya terharu ketika menyadari untuk kesekian kalinya, bahwa Ibu adalah anugerah terbaik bagi saya. Tuhan menabur kasih dan sayang melalui nya. Melalui ibuku, ibumu, ibu kita.
***
Selamat berakselerasi, berpacu, dan tetap bersahaja. Setiap kerja keras dan sikap elegan yang kita tanam, buahnya pasti indah dan manis rasanya..
Selamat mudik ke kampung halaman. Hati-hati di jalan.. Salam untuk ibu anda..
April Lapigne, yg msh saya sukai pada ‘26′ ini.. [jangan protes!] Saturday, August 23 , 2008
Posted by refanidea in Music Review.Tags: Avril Lavigne, Colbie Caillat
5 comments
Saya masih suka Avril Lavigne. Punk Rock Girl.. She’s a rebel.. Hehehe..
You come over unannounced,
Dressed up like you’re somethin’ else
Where you are and where it’s at, you see,
You’re making me
Laugh out when you strike your pose
Take off all your preppy clothes,
You know you’re not fooling anyone when you’ve becomeSomebody else around everyone else
You’re watchin’ your back
Like you can’t relaks
You’re trying to be cool–
you look like a fool to meTell me
Why’d you have to go and make things so complicated?
I see the way you’re actin’ like you’re somebody else
Gets me frustrated
But life’s like this, you–
You fall, and you crawl, and you break,
And you take what you get, and turn it into honesty
You promised me I’m never gonna find you fake it
No, no, no…
Tapi sekarang lagi suka ama Colbie Caillat “Bubbly” .. Yang suka Norah Jones, The Corrs, Kelly Clarkson, Natalie Imbruglia, mungkin juga bakal suka ama Colbie Caillat. Saya lebih memasukkan Colbie Caillat ke Pop-Ballad..

