Pemilu Paling Lontong Friday, April 10 , 2009
Posted by refanidea in Kenapa?, Politics.add a comment

sumber diambil dari kaskus atas referensi Itang.
Inilah konsekuensi dari sistem contreng. Pertama, dari sudut pandang bahasa “contreng” itu tidak baku. Kedua, tidak ada aturan “tidak boleh menuliskan apapun di lembar suara”. Jadi, bolehlah tidak memilih, tapi menuliskan sesuatu. Hehe..
Mengapa Mereka Dicipta? Sunday, September 7 , 2008
Posted by refanidea in Kenapa?, Religion.Tags: kecoa, mengapa babi diciptakan, nyamuk
13 comments
Mendarat sebuah pertanyaan di kepala saya. Karena ini penting –setidaknya menurut saya– dan tak bisa saya jawab sendiri, maka saya tanyakan pada beberapa teman.
Begini pertanyaannya,
Menurutmu, kenapa Tuhan menciptakan babi kalau toh dia haram. Kenapa nyamuk, kalau dia bikin bentol-bentol dan demam berdarah, dan kenapa kecoa yang meski tak pernah mandi tapi selalu kinclong?
Menurut anda..?
Seto dan gudang haram MUI Thursday, August 14 , 2008
Posted by refanidea in Human Rights, Kenapa?, Religion, jangan pernah sakit hati.Tags: Budaya Merokok, Fatwa MUI, Fatwa Rokok Haram, Komnas Anak, Seto
7 comments
Selasa malam 12 Agustus 2008 saya menonton TV dan mendapatkan berita tentang Seto dari Komnas Perlindungan Anak yang mendesak MUI untuk mengeluarkan fatwa haram untuk rokok. Seto dalam tayangan berita itu mengatakan bahwa rokok mempunyai pengaruh negatif bagi perkembangan dan pertumbuhan anak-anak. Iklan-iklan rokok, katanya, mempengaruhi sisi emosi masyarakat untuk merokok.
Seto berpendapat bahwa fatwa MUI lebih efektif dibandingkan undang-undang dan peraturan pemerintah. Karena fatwa bisa lebih menyentuh secara emosi, sekaligus menangkal pengaruh iklan rokok yang sifatnya juga mempengaruhi secara emosi.
Ada beberapa hal yang kiranya patut kita sayangkan dari langkah Seto ini. Saya akan kupas satu-persatu.
Orang Tua yang merokok dan anak-anaknya
Saya, ayah saya, om, kakak ipar, ayah kakak ipar saya, teman-teman saya yang sudah punya anak, mereka merokok. Tapi kami mengerti bahaya rokok bagi anak-anak, istri, dan keponakannya. Untuk itu kami berusaha menjauh bila ingin merokok dan ada anak-anak sekitar kami. Kami mengerti itu. Dulu Ayah saya berulang kali berpesan ketika beliau tahu bahwa saya merokok, “jangan merokok di bis kota, di ruangan AC, di dekat ibu hamil dan di dekat anak-anak. Kalau bisa menjauh. Kalau tidak bisa, tunda merokoknya.”
Orang-orang Muda Tentang Ahmadiyah Wednesday, June 11 , 2008
Posted by refanidea in Human Rights, Kenapa?, Religion.Tags: Ahmadiyah, Kebebasan Berkeyakinan
18 comments
Saya tidak mengerti pemikiran anak-anak muda Islam sekarang yang mengatakan bahwa Ahmadiyah sesat dan tidak berhak hidup di Indonesia. Entah apa yang tidak berhak hidup, ajarannnya atau orangnya. Sejak dulu sekali sebelum orang-orang muda Islam ini lahir, Ahmadiyah telah ada di Indonesia. Mungkin usia Ahmadiyah sama dengan kakek-nenek mereka. Apakah orang-orang muda Islam benar-benar mengerti tentang Ahmadiyah atau hanya ikut-ikutan berpendapat begitu karena khawatir bila tidak menyatakan sesat, maka akan dianggap bukan termasuk aliran Islam mainstream? Apa sih itu Islam mainstream?
Saya pikir orang-orang muda Islam di Indonesia hanya latah. Seharusnya mereka berpikir lebih dalam, mencari tahu lebih banyak, baru berpendapat.
Sejak dulu Ahmadiyah hidup tenang dan tidak terusik kehidupan beragamanya. Lalu kenapa sekarang mereka terusik? Apakah Ahmadiyah berbeda antara dulu dan sekarang? Saya kira tidak. Kalau sama, lantas apa yang membuat mereka menjadi begitu terancam eksistensinya oleh orang-orang muda Islam yang teramat bersemangat? Kita patut bertanya, Ahmadiyah yang berubah atau sikap hidup dan level kemanusiaan orang-orang muda Islam yang mengalami degradasi? Tidak mengertikah mereka tentang nilai-nilai humanisme universal?
Saya pikir orang-orang muda yang merusak tempat ibadah, membakar rumah-rumah pengikut Ahmadiyah, dan main pukul itu sama sekali tidak mencerminkan Islam mainstream! Mereka itu hanya berbeda tipis dengan teroris. Mereka menebar teror pada saudara-saudaraku Ahmadiyah. Bedanya, mereka tidak pakai bahan eksplosif sejenis mercon besar, C4 atau TNT.


