Cicak, Buaya Wanna Be..? Sunday, November 1 , 2009
Posted by refanidea in Journalism, Politics, jangan pernah sakit hati.Tags: Gerakan 1.000.000 Facebookers Dukung Chandra Hamzah dan Bibit Samad Riyanto, Gunakan baju hitam Senin 2 Nov 09 untuk dukung KPK, Korupsi, KPK, Lawan Korupsi, Saya Cicak
3 comments
Akhir-akhir ini perseteruan KPK – Polri semakin seru. Netter atau mereka yang aktif di dunia maya membentuk afiliasi Gerakan 1.000.000 Facebookers Dukung Chandra Hamzah dan Bibit Samad Riyanto. Yang ketika tulisan ini diturunkan pendukungnya telah berjumlah 223.230.
Ahmad Arif, wartawan Kompas menulis Ketika Tembok Berbicara dengan ilustrasi foto karya Agus Susanto menjadi sebuah kolom apik yang sayang bila tidak disimak.

Dengan bedil dan peluru di tangan, siapa pun bisa Tuan penjarakan. Sungguh pun alasannya terkadang membingungkan; ”Mereka terlalu banyak bicara pada media.” Namun, bisakah Tuan meruntuhkan seluruh tembok kota? Tembok-tembok yang kini telah dilukisi dengan cat warna merah dan putih itu.
Jangan Tuan tanya siapa yang melukisi tembok-tembok itu. Sama halnya, jangan Tuan cari tahu siapa yang menggerakkan lebih dari 100.000 facebookers yang membuat pernyataan dukungan kepada dua tersangka yang kini Tuan penjarakan.
Jika Tuan terus memusuhi suara-suara kritis itu, penjara akan disesaki rakyat. Dan, bisakah Tuan memenjarakan tembok-tembok kota yang kini bangkit dan bersuara lantang untuk melawan korupsi? Bahkan, seandainya Tuan hapus seluruh tembok kota yang telah dicat dengan warna merah dan putih itu, gambar tentang pergulatan ”cicak melawan buaya” itu sudah terekam di kepala rakyat Indonesia. (Ahmad Arif)
Di website Kaskus The Largest Indonesian Community banyak dukungan masuk untuk gelaran solidaritas “Gunakan Baju Hitam Senin 2 November 2009 untuk Dukung KPK”. Bahkan sudah ada icon untuk gelaran solidaritas ini.
Terus terang saya nggak bisa pakai baju hitam pada hari Senin besok. Sebab saya pernah ditegur karena memakai kemeja putih bergaris diagonal. Saya dibilang mirip sales obat nyamuk. Apalagi pakai baju hitam. Hehe.. Sukses buat para Gan, para Bro, para Sis, para Netter dan Facebooker untuk gelaran solidaritas ini.
*anda dukung cicak atau buaya..?
Bisa Online..?? Saturday, October 17 , 2009
Posted by refanidea in IT, jangan pernah sakit hati.add a comment
Suatu malam di kolom iklan Facebook saya muncul tulisan “ASU ONLINE”.

“Iklan apa-apaan ini?” pikir saya. “Website kok namanya nggak sopan. Atau, sekarang anjing memang bisa online..?”
![]()
Saya putuskan untuk klik kanan > new tab..
* kalau dia punya Yahoo Messenger, segera setelah dia sign in, teman chat-nya akan menerima notifikasi, “Asu is online”.
Guk, guk..!!
Masakan Jepang Rp. 20.000, tjoek!! Monday, October 12 , 2009
Posted by refanidea in jangan pernah sakit hati.1 comment so far

Alkisah teman saya yang kira-kira baru setahun berkelana di Jakarta. Dia besar di Jawa Timur. Dia pandai berhemat dan bercita-cita menjadi Warren Buffet. Efisiensi, baginya adalah wajib, tanpa kompromi. Ketika dia kos di bilangan Jakarta Selatan, kami sempat chating. Berikut chating sinting waktu itu.
kawan saya: a*u koen, yo opo panganan ndek kono murah ga?
saya: yo tergantung! haha.. emang di situ gimana?
kawan saya: aku makan masakan jepang hbs 20rb cok!!! kowe entek piro?
saya: huwahahhahahaaaaaaaaa……….! *ngakak terguling-guling
kawan saya: nek seng paleng murah piroan? sego opo?
saya [dalam hati]: tenang kawan, tak kan jadi miskin kau gara-gara makan sekali seharga 20 ribu. huwahahahahahaaaaaa….
* aku suka chating ini, tjoek..
tenang, namamu disamarkan.

Miyabi dan CPNS Sunday, October 4 , 2009
Posted by refanidea in Religion, hard break, jangan pernah sakit hati.Tags: CPNS, Fatwa, Miyabi, MUI
add a comment
Menurut koran Indopos, Sabtu 3 Oktober 2009, pencarian berdasarkan kata kunci yang paling sering digunakan untuk mencari data di Google untuk wilayah Indonesia adalah:
- Maria Ozawa
- Miyabi
- Lowongan CPNS
- Lowongan CPNS 2009
- CPNS 2009
- CPNS
- Michael Jackson
- Bugil
- 3gp
- Telanjang
Hari ini di Koran Tempo halaman A23 dituliskan, “Indeks pencarian kata kunci ‘Miyabi’ berdasarkan provinsi, peringkat teratas sumber pencarian adalah Daerah Istimewa Yogyakarta.” Sedangkan berdasarkan kota, “Peringkat pertama Yogyakarta, Bandung, Medan, dan Jakarta.”
Karena Jogja adalah kota tempat saya bertumbuh dan sekolah dari SD hingga kuliah, maka saya agak gondok atas artikel di Koran Tempo hari ini. Akhirnya saya buktikan sendiri melalui GoogleTrends.
Untuk pencarian kata kunci “Miyabi” berdasarkan “All regions” dan “All years” saya menemukan data berikut.
Untuk pencarian kata kunci “Miyabi” berdasarkan “All regions” dan “tahun 2009″ saya menemukan data berikut.
Untuk pencarian kata kunci “Miyabi” berdasarkan “Indonesia”, “Sub all regions” dan “2009″ saya menemukan data berikut.
Seiring dengan berbunyinya terompet “Menculik Miyabi” yang disutradarai Rako Prijanto (penulis puisi di film Ada Apa Dengan Cinta), Majelis Ulama Indonesia segera menabuh genderang berupa fatwa haram bagi kehadiran Miyabi di Indonesia.
Dus.. buat saya MUI lagi-lagi telah menggunakan fatwa dengan ngawur! Setelah fatwa haram tentang rokok, Yoga, mengemis, sekarang fatwa haram tentang kehadiran Miyabi.
Fatwa sungguh-sungguh tidak menyentuh kesadaran berpikir masyarakat. Dengan ngawurnya MUI menggunakan otoritasnya dalam mengeluarkan fatwa, maka kata “fatwa” bisa turun makna. Dari semula “fatwa” diposisikan sebagai “hasil ijtihad ulama bagi kebaikan umat”, menjadi “respon emosional ulama yang mengambil metode paling mudah dalam mengubah akhlak umat, namun sama sekali tidak menyentuh kesadaran seseorang untuk berubah”.
Akhirnya, saya mengambil kesimpulan:
- hasil pencarian di Google Trends menunjukkan betapa Miyabi dan PNS menempati peringkat tertinggi. Artinya pemerintah dan insan perfilman Indonesia harus menyediakan alternatif hiburan bagi masyarakat selain film porno yang dapat diunduh secara gratis via internet.
- Pemerintah dan pengusaha harus berjuang keras untuk menciptakan lapangan kerja yang lebih banyak dan mengubah paradigma angkatan pencari kerja bahwa PNS adalah pekerjaan paling mulia dan membahagiakan di Indonesia.
- MUI berarti sudah pernah nonton film Miyabi. Haram Jaddah..!
Tak Ada Daging yang Tak Retak Friday, April 17 , 2009
Posted by refanidea in jangan pernah sakit hati.8 comments

Semur Daging: makanan darurat Marinir.
cocok untuk anak kos seperti saya. hehe..
Area Bebas Wednesday, April 15 , 2009
Posted by refanidea in jangan pernah sakit hati.1 comment so far

Artinya: di dalam anda tidak boleh berkokok dan mengiba. Kalau menimba boleh.. Kebetulan pompa airnya lagi rusak..
Permen Toilet Tuesday, April 14 , 2009
Posted by refanidea in jangan pernah sakit hati.5 comments

Kadang – kadang, hal di sekitar kita itu menarik. Kenapa di toilet sebuah kantor ada permen HEKSOS yang harus dimatikan kembali sedang permen itu bahkan tak pernah hidup..?! WHY..?!
Emang Bisa..? Tuesday, April 7 , 2009
Posted by refanidea in Politics, jangan pernah sakit hati.1 comment so far

Apatis: emang PKS bisa warna-warni?
Skeptis: yang penting bukan Megawati dan Prabowo..
Apatis: [garuk-garuk padahal tidak gatal]
Skeptis: [gatal tapi tidak garuk-garuk]
Laki-laki Lemah Mental Saturday, December 13 , 2008
Posted by refanidea in jangan pernah sakit hati.Tags: obat kuat, Obat pria perkasa
4 comments
Pagi tadi saya dan temen-temen menuju Kantor Pusat untuk datang ke training Mario Teguh. Saat bus kantor melintasi bilangan Warung Buncit, ada sebuah toko yang konsepnya agak rancu. Pada plang toko itu tertulis, “Obat Pria Perkasa”. Nggak jauh dari situ ada toko lagi, “Jual Obat Kuat”.
Saya bingung, pria perkasa butuh obat buat apa sih, dia tuh sakit apa? Lalu, apakah “kuat” itu sejenis penyakit sehingga perlu diobati? Coba bandingkan dengan, “obat herpes”, “obat panu” yang sering diminum teman saya.
Dua obat terakhir ini jelas menyatakan obat untuk sakit tertentu. Kecuali plang itu berbunyi, “Pil Penguat Stamina Dalam Berhubungan Badan” atau “Kapsul Untuk Pria Lemah Syahwat”. Itu baru benar! Entah itu syahwat terbang, syahwat telpon, terserah. Pedagang dan pembelinya sama-sama memahami konsep bahasa yang rancu..! Hmm.. madu dan rancu..
Kadal VS Buaya Sunday, December 7 , 2008
Posted by refanidea in jangan pernah sakit hati.8 comments
Kadal: lo idul adha nggak balik jogja?
Buaya: nggak.. kan di jogja nggak punya cewe
Kadal: emang di jakarta punya?
Buaya: [emosi.. tanggal 24 des balik jogja,bawa aki ke rumah kadal,setrum giginya!]







