Laki-laki Lemah Mental Saturday, December 13 , 2008
Posted by refanidea in jangan pernah sakit hati.Tags: obat kuat, Obat pria perkasa
trackback
Pagi tadi saya dan temen-temen menuju Kantor Pusat untuk datang ke training Mario Teguh. Saat bus kantor melintasi bilangan Warung Buncit, ada sebuah toko yang konsepnya agak rancu. Pada plang toko itu tertulis, “Obat Pria Perkasa”. Nggak jauh dari situ ada toko lagi, “Jual Obat Kuat”.
Saya bingung, pria perkasa butuh obat buat apa sih, dia tuh sakit apa? Lalu, apakah “kuat” itu sejenis penyakit sehingga perlu diobati? Coba bandingkan dengan, “obat herpes”, “obat panu” yang sering diminum teman saya.
Dua obat terakhir ini jelas menyatakan obat untuk sakit tertentu. Kecuali plang itu berbunyi, “Pil Penguat Stamina Dalam Berhubungan Badan” atau “Kapsul Untuk Pria Lemah Syahwat”. Itu baru benar! Entah itu syahwat terbang, syahwat telpon, terserah. Pedagang dan pembelinya sama-sama memahami konsep bahasa yang rancu..! Hmm.. madu dan rancu..


““obat herpes”, “obat panu” yang sering diminum teman saya” ==> sopo seng nguntal salep ..?
Akhirnya situ jadi pembelinya ga?
Huahahaha3
:p
peace out!
Berapaan bang ? Saya mau beli satu, kasian istri saya slalu mengeluh kecapekan karena saya terlalu kuat.
Mungkin ini kutukan buat manusia tampan seperti saya.
Hakhakhak….
saya datang lagi dengan sejuta senyuman
salam kenal