jump to navigation

tak ada detik Thursday, November 29 , 2007

Posted by refanidea in puisi yang tak populer.
trackback

aku tak kuasa menghapus bayangmu dalam semalam
mustahil kenangan-kenangan itu lenyap dalam sekedip mata
hingga tersadar malam keseribu berapa

masih ingat..
saat-saat kita saling mendukung maju
ketika kau melesat menggapai cita
ketika aku berhasil, kau menatapku sambil terharu
teramat besar campur tanganmu untuk sekedar ucapan terimakasihku

namun kita harus berpisah
karna satu tak selamanya utuh jika rapuh
karna harus ada mengalah dalam amarah

cinta adalah menyatu tapi bukan melebur
karna cinta adalah dua jiwa berbeda
mari hargai perbedaan yang menjadi daya tariknya
demi sebuah harapan
melepas genggam agar sayap terbang lepas
melepas kekang agar berlari lebih kencang
mari tersenyum bersama atas masa lalu kita
bukan berarti kita tidak kecewa karna berpisah
tapi karna bersamamu tak ada detik yang tidak indah..

Comments»

1. meika - Wednesday, January 16 , 2008

Kyanya tulisan ini bukan yg original version deh…
Ada yg hilang kan… Hmm…
Bagian akhir banget…
The very last sentence…

“tapi karna bersamamu tak ada detik yang tidak indah..”

after this….
not to be publish…
just to keep in mind… and heart…

karena semuanya “unspeakable..”

2. santizaidan - Tuesday, February 5 , 2008

aaaaaahhhh… mbak ikaaa bisa aja *wink wink

3. yustha tt - Tuesday, May 5 , 2009

wuh……
menusuk jantungku….
keren…
salam kenal mas…

ifan: makasih :)