Komunitas masyarakat Tionghoa Kota Semarang turut mendoakan kepergian mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di Klenteng Tay Kak Sie, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (31/12). Warga Tionghoa tersebut mengenang sosok Gus Dur sebagai tokoh yang membuka kebebasan dalam kebudayaan mereka yang sempat terpasung selama puluhan tahun.
*sumber foto dan indeks: Kompas
Saya merinding liat foto ini. Saya ingat menjelang reformasi 1998, di tivi, koran, dan internet, begitu banyak berita tentang perempuan Tionghoa yang diperkosa, disiksa, dan dibunuh. Di foto ini seorang perempuan Tionghoa menangis dan mengusap matanya, merasa berduka atas kepergian Gus Dur. Gus Dur: the universal humanist man.
Sedikit gambaran masa 1998 dan tragedi kala itu terdokumentasi oleh Tempo:
- tempo.co.id : Mereka Ditelanjangi, Diperkosa dan Dibunuh
- Majalah Berita Mingguan Tempo : Hidup Yang Terenggut
Hidup yang Terenggut
Categories: Figure · Human Rights
Tagged: Gus Dur, Humanism, Reformasi 1998, Semarang, Tionghoa
Secara rutin saya menerima surat elektonik [surel] dari Greenpeace Asia Tenggara. Tapi surel yang saya terima 28 Desember 2009 lalu cukup unik.
Ketika saya buka, pada bagian awal tertulis,
World leaders walked away from the global summit in Copenhagen without a treaty that will save the climate. The US, EU and Australia put short-term national interests before the fate of our planet.
Together, we must let leaders know that we expect nothing less than an effective agreement.
Kemudian tertulis kalimat proaktif,
It’s time to put politicians on notice! Every email raised in protest about their failure is a step towards forcing them to act in all our interests.
Surat elektronik yang ditujukan bagi para pemimpin itu berjudul, “Deliver a legally binding climate treaty in 2010!”, isinya begini,
Keep reading →
Categories: Figure · Human Rights · Nature
Tagged: Barack Obama, Greenpeace Asia Tenggara, José Manuel Barroso, Kevin Rudd
Saturday, December 5 , 2009 · 2 Comments

Sampai hari Sabtu 5 Desember 2009, pukul 11.41 wib website resmi kampus Universitas Negeri Yogyakarta masih dalam status ter-hack. Jangan benci kampus anda. Apalagi jika tidak cumlaude.. haha..
Categories: IT · jangan pernah sakit hati
Tagged: hacked, website UNY
Monday, November 23 , 2009 · 2 Comments
”Saya pikirkan out of court settlement yang adil disertai koreksi-koreksi dan kemudian we could stop everything at this point of time dan harapan saya ke depan lebih bagus, hentikan disharmoni di antara lembaga-lembaga hukum itu,” ujar Presiden Yudhoyono menanggapi pertanyaan tentang keputusan Presiden mengenai kasus Bibit dan Chandra. sumber: Kompas Cetak.
Presiden menyampaikan hal itu saat pertemuan dengan para pemimpin media massa, 22 November 2009, di Istana Negara. Di depan para pemimpin media??
Kami paham bahasa Inggris pak, kami juga sangat paham bahasa Indonesia. Tapi sebaiknya bapak ucapkan dan selesaikan satu kalimat dalam satu bahasa saja. Kecuali memang tidak ada padanannya dalam bahasa kita.
Kata “aware” misalnya. Rasanya agak sulit mencari padanan kata “aware.” Bila “aware” kita artikan “waspada”, kurang tepat. Bila kita artikan sebagai “memiliki kesadaran tentang”, terlalu panjang. Contoh penggunaan dalam kalimat misalnya, “kita harus aware pada ancaman pemanasan global”, juga terasa janggal. Tapi masih bisalah kita tolerir karena memang “aware” masih belum ada padanannya dalam bahasa kita.
Kali lain teman saya dengan bangganya berbahasa Indo-Linggis,
“kita harus meng-compile data-data….”
“gue udah replay SMS lo…”
“jumlahnya kan bisa di-adjust”
Kata “compile” ada padanan katanya dalam bahasa Indonesia, kumpul. Kenapa harus ber Indo-Linggis?
Lalu soal “replay SMS” saya kira sudah menjadi kesalahan yang terlalu ditolerir. Tentu saja berbeda antara “reply” dan “replay”. Dan pada tiap ponsel tidak ada tulisan “replay” ketika kita hendak membalas SMS. “Replay” biasanya ada pada tayangan televisi.
“Adjust” bisa digantikan dengan setel, disetel, atur, diatur, atau disesuaikan.
*saya juga masih belajar tentang bahasa.. semoga tidak latah dengan istilah-istilah asing.
Categories: jangan pernah sakit hati
Tagged: Bahasa Indonesia, Padanan Kata, SBY
Sunday, November 22 , 2009 · 1 Comment
Nggak usah ribut soal hari kiamat, hari akhir, hari penentuan, dan film 2012. Di bilangan Ragunan, Jakarta Selatan ada yang jual minuman dingin God Day.
Anda minum, anda tahu rahasia Tuhan.
*have a god day.. :p
Categories: Kenapa? · jangan pernah sakit hati
Tagged: 2012, God Day
Setidaknya manusia mencoba berpasang-pasangan.. Ketika ia bahagia, kita turut menjadi saksi bahagianya. Bahwa ada yang berpisah, kurasa kita turut berduka. Tapi biarlah yang berpisah dengan caranya sendiri. Baiknya kita tak ambil bagian dari perpisahan itu. Bukan kita tak murah hati, tapi banyak cara untuk sampaikan empati.
Itulah sebab ada undangan untuk gelaran bersatunya hati, dan tak ada undangan untuk peristiwa perpisahan. Karna pisah itu lumrah, wajar, dan manusiawi, tapi tentu ada luka meski kecil.
Categories: puisi yang tak populer
Thursday, November 5 , 2009 · 2 Comments
Seorang Medan-Kristen tadi sore bilang pada saya,
“kalau pengen sukses, minta doa ama ibu. Karena doa ibu itu kuat.”
Kemudian dia cerita tentang seorang kerabatnya, sepuluh orang bersaudara. Diantara sepuluh itu yang paling sukses dan sejahtera adalah yang paling dekat dengan ibunya.
Mungkin kalimat itu akan jadi biasa saja kalau telinga saya sedang resisten. Tapi hati kecil nggak bisa bohong. Lebih-lebih sejak lima hari lalu saya makin sadar, besok ibu ulang tahun.
Tepat ketika teman Medan-Kristen tadi bilang, “kalau pengen sukses, minta doa ama ibu,” hati saya berdebar. Memang akhir-akhir ini saya sedang dekat dengan ibu. Hampir dua hari sekali saya telpon ibu.
Bukan, bukan karena saya merasa tidak sukses lalu saya jadi sering telpon ibu. Tapi karena memang atmosfer Jakarta-Jogja sedang membuatnya jadi begini. Lebih intensif komunikasi dari pada sebelumnya.
Setengah jam dari sekarang, usia ibu saya akan bertambah. Semoga beliau senantiasa diberi kesehatan, kebahagiaan, dan kesabaran membimbing saya juga saudara-saudara perempuan saya.
Akhirnya, dengan penuh rasa hormat saya ucapkan, Selamat Ulang Tahun Ibu.. Malam ini hamba sujud mendoakanmu, bu..
*Terima kasih untuk teman Medan-Kristen yang menyampaikan nasehat dan cerita singkatnya tadi sore. Begitulah makna dan indahnya sebuah nilai.. Tak soal dari mana anda berasal, apa keyakinan anda, selama kita menjunjung nilai yang baik dan indah Insya Allah anda akan didengar oleh siapapun, melebihi suara pemimpin bahkan pemuka agama yang terampil bicara normatif. Sebab hidup bukan ‘bagaimana tampil memukau’, melainkan rendah hati dan hadir seperti adanya.
Categories: Figure · Religion
Sunday, November 1 , 2009 · 3 Comments
Akhir-akhir ini perseteruan KPK – Polri semakin seru. Netter atau mereka yang aktif di dunia maya membentuk afiliasi Gerakan 1.000.000 Facebookers Dukung Chandra Hamzah dan Bibit Samad Riyanto. Yang ketika tulisan ini diturunkan pendukungnya telah berjumlah 223.230.

Ahmad Arif, wartawan Kompas menulis Ketika Tembok Berbicara dengan ilustrasi foto karya Agus Susanto menjadi sebuah kolom apik yang sayang bila tidak disimak.

Dengan bedil dan peluru di tangan, siapa pun bisa Tuan penjarakan. Sungguh pun alasannya terkadang membingungkan; ”Mereka terlalu banyak bicara pada media.” Namun, bisakah Tuan meruntuhkan seluruh tembok kota? Tembok-tembok yang kini telah dilukisi dengan cat warna merah dan putih itu. Keep reading →
Categories: Journalism · Politics · jangan pernah sakit hati
Tagged: Gerakan 1.000.000 Facebookers Dukung Chandra Hamzah dan Bibit Samad Riyanto, Gunakan baju hitam Senin 2 Nov 09 untuk dukung KPK, Korupsi, KPK, Lawan Korupsi, Saya Cicak
Suatu malam di kolom iklan Facebook saya muncul tulisan “ASU ONLINE”.

“Iklan apa-apaan ini?” pikir saya. “Website kok namanya nggak sopan. Atau, sekarang anjing memang bisa online..?”
Saya putuskan untuk klik kanan > new tab..

* kalau dia punya Yahoo Messenger, segera setelah dia sign in, teman chat-nya akan menerima notifikasi, “Asu is online”.
Guk, guk..!!
Categories: IT · jangan pernah sakit hati
Monday, October 12 , 2009 · 1 Comment

Alkisah teman saya yang kira-kira baru setahun berkelana di Jakarta. Dia besar di Jawa Timur. Dia pandai berhemat dan bercita-cita menjadi Warren Buffet. Efisiensi, baginya adalah wajib, tanpa kompromi. Ketika dia kos di bilangan Jakarta Selatan, kami sempat chating. Berikut chating sinting waktu itu.
kawan saya: a*u koen, yo opo panganan ndek kono murah ga?
saya: yo tergantung! haha.. emang di situ gimana?
kawan saya: aku makan masakan jepang hbs 20rb cok!!! kowe entek piro?
saya: huwahahhahahaaaaaaaaa……….! *ngakak terguling-guling
kawan saya: nek seng paleng murah piroan? sego opo?
saya [dalam hati]: tenang kawan, tak kan jadi miskin kau gara-gara makan sekali seharga 20 ribu. huwahahahahahaaaaaa….
* aku suka chating ini, tjoek..
tenang, namamu disamarkan.

Categories: jangan pernah sakit hati